Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

11 Okt 2011

Ho dimenticato dove il cielo è

Ha detto prati, con bellissimi fiori di milioni di specie, vaste senza fine, i confini infiniti. E nel tratto mediano della bellezza di albero di schermo in crescita che è proibito. È vero, ho dimenticato il luogo dove si trova?.

Un tempo ero solo ballare luce nel cielo buio, per amore della bellezza senza scopo. Poi ho rimosso e inserito il bastardo utero marcio, non ancora nato ero già sentire il profumo della sofferenza. L'odore di questo mi fa dimenticare dove risiede il cielo.

E 'il momento in cui sono nato, che spero di vedere un sorriso di felicità, ma mi sbagliavo, il suono di abbaiare e gridare lindasan crudeltà treno del mondo per me. Così mi urlava con orrore, fino a quando ho dimenticato dove ho usato per essere.

Dio, mi sono dimenticato dove risiede il cielo. Si prega di Take me back in paradiso già dimenticato o finirò la mia vita in modo che nessuno più cattivo di me stesso in questo mondo.

Ho dimenticato il cielo dove risiede.
Published with Blogger-droid v1.7.4

9 Okt 2011

Aku lupa dimana surga berada

Katanya padang rumput, dengan bunga-bunga indah berjuta jenis, luas tak berbatas, batas tak berujung. Dan di tengah hamparan keindahan tumbuh pohon rindang yang terlarang. Benarkah demikian, aku lupa dimana tempat itu berada?.

Dulunya aku hanya cahaya yang menari di langit gelap, demi keindahan tanpa ada tujuan. Lalu aku diambil dan dimasukkan kedalam rahim busuk yang haram, belum lahir aku pun sudah mencium aroma penderitaan. Aroma itu membuat aku lupa dimana surga berada.

Sudah saatnya aku dilahirkan, yang ku harap bisa melihat senyuman kebahagiaan, tapi ternyata aku salah, suara gonggongan serta lindasan kereta meneriaki kekejaman dunia kepadaku. Maka aku berteriak ketakutan, hingga akhirnya aku lupa dimana dulunya aku berada.

Tuhan, aku lupa dimana surga berada. Kumohon antarkan aku kembali ke surga yang sudah mulai terlupakan atau aku akan menyudahi hidupku agar tidak ada lagi keburukan tentang diriku di dunia ini.

Aku lupa dimana surga berada.
Published with Blogger-droid v1.7.4

Hari ini adalah hari kematianku

Aku rasa hujan, tapi tidak membasahi jiwaku. Aku juga merasakan teriakan orang-orang menyebut lirih namaku. Dan yang aku tahu hari ini adalah hari kematianku.

Tidak terdengar suara burung kutilang yang bertengger di ranting pohon ketapi. Melainkan teriakan gagak yg sedikitpun tak masuk dalam tangga nada solmisasi yang malah terdengar. Begitu juga dengan pelangi yang biasanya melintang mengikuti ujung cakrawala. Usaikah sudah dunia?. Yang aku tahu hari ini adalah hari kematianku.

Seminggu sebelumnya adalah waktu senggang yang aku miliki sebelum hari kematianku tiba. Saat itu aku masih mampu menangkap bola yang orang lemparkan kearahku. Membalas lemparan mereka lalu tertawa bersama seperti mentari pagi yang cerah tanpa pernah didatangi oleh mendung yang tidak terduga. Dan menghitung mundur dari hari itu hanya ada detak kosong yang begitu dingin merajam jiwa. Maka hari kematianku pun sudah tiba.

Sekali lagi aku rasa hujan, tapi tidak membasahi jiwaku. Sekali lagi aku dengarkan orang-orang lirih menyebut namaku. Akan tetapi di bawah pohon rindang itu tempat aku diteduhkan dari dunia, aku melihat wajah mereka semua. Wajah yang akhirnya menapak langkah pergi seperti sejarah yang akhirnya membusuk dan terlupakan.

NB:untuk hari kematina.
(latihan menulis puisi)
Published with Blogger-droid v1.7.4