Selendang
merah kuning hijau Sunade melambai mengiringi kemana angin berhembus, menjuntai
hingga menyentuh rerumputan tinggi yang sondong hampir merebah oleh derasnya
angin.
Tiba-tiba rerumputan tadi membelah tersapu
oleh langkah lain yang berlari, dengan kemeja hitam berlapiskan setelah jas
rapi di kejauhan. Rambut coklat yang membelah kesamping itu bungsat berbasuh
peluh yang terus mengalir ke pelipis wajah. Dan gambara dari warna kemerahan
terlihat di kedua bola mata yang berkaca-kaca.
“Sunade—.” Teriak itu melengking menuju langit
yang luas tak berbatas, membuat sekawanan burung pipit terbang bergerombol.
