26 Jun 2012

[If Complicated] Bab Dua


Beberapa tangkai bunga matahari bergoyang-goyang seirama dengan langkah Eliana yang santai. Ujung-ujung tangkai bunga matahari dibungkus dengan Koran bekas lalu dirangkul bagaikan bayi mungkil yang sedang tertidur pulas. Pagi yang sangat cerah berhiaskan bunga-bunga yang indah berwarna-warni di sekeliling taman.
Eliana baru saja selesai memetik bunga-bunga matahari untuk mengisi pot bunga di rumahnya. Hal itu dilakukannya dua kali sehari dan terkadang dia merasakan ketenangan  di balik persoalan keluarganya yang semakin besar.

25 Jun 2012

[If Complicated] Bab Satu


Wilayah pegunungan Naras, 1960
20 km dari Desa Rangkat

Hujan rintik terkadang memang menyenangkan, tapi tidak untuk Eliana hari itu. duduk di atas koper dengan perasaan kesal bercampur bosan. Memegang tangkai payung dengan tangan kananya yang sudah terasa letih. Pemandangan alam yang terpapar di hadapannya memang indah. Pegunungan, persawahan yang hijau, jalan setapak serta kesunyian yang menenangkan seharusnya dapat membuat Eliana tersenyum bahagia. Tapi semua itu seolah pergi dan tidak terlalu dipikirkannya, karena hal besar yang ada di dalam kepalanya hanyalah rasa kesal yang dipendam tanpa bisa dicurahkan pada siapa pun.

22 Jun 2012

Tuhan itu tidak pernah adil?


Lonceng berdentang, menggema di halaman luas menghampari bebatuan lusuh berlapis debu. Ada yang hanya berbentuk biasa berwarna hitam dan putih, ada yang berbentuk luar biasa dengan lekukan seni serta ukiran nama-nama jiwa yang telah menghilang, ada juga yang berbentuk malaikat bersayap mengangkat tangan kanannya dengan telunjuk mengheja langit. Halaman tadi dihiasi oleh hitam serta langkah-langkah lemah, di atas dedaunan kering yang sebelumnya berguguran tersapu angin kerinduan, kaki orang-orang mulai beranjak pergi dan sebelum itu terjadi, ada banyak air mata berbelasungkawa yang mencoba menguatkan nafas kehidupan lain yang kehilangan untuk terus bertahan.